l’histoire se répète? bukankah sejarah selalu berulang?
tapi ia tak menemukan pembenaran di sore itu
pada sebuah kotak tipis berbungkus bendera
kabar itu disampaikan, dan ia mencoba bersabar
ia membukanya dengan tatap nanar
padanya ia membaca sebuah premis
“History repeats itself because no one was listening the first time”
ia renta oleh kebanggaan, nafasnya tersengal dipenuhi riak-riak kenangan
di dalamnya, bergemuruh pekikan yang dulu saban hari dimuntahkan “forza!”
bibirnya masih menyimpan pekikan-pekikan itu, hingga sekarang
berpuluh-puluh tahun semenjak cintanya jatuh di selembar bendera
di bungkus kotak tipis itu, ia pelan memindahkan hati dari dadanya
darah kecoklatan nyaris menghitam menetes perlahan di atas bungkus berbentuk bendera
aku tak hendak membuangmu, hanya melipatmu
menyimpanmu sejenak hingga pesta ini usai, bersabarlah
ia sedikit tertawa getir ketika senja menyambutnya dengan cahaya yang pias
seakan mentari dan rembulan berselingkuh mengabaikannya
ketika malam mulai berkunjung, tanpa rembulan
tunggulah, empat tahun lagi kalian akan tahu
*dipersembahkan untuk penggemar Italy, Inggris, Prancis, dan tim-tim lain yang sudah memastikan pesta piala dunia usai sudah*




